Wisata Ternate Benteng Oranye

Wisata Ternate Benteng Oranye

Wisata Ternate Benteng Oranye – Selain terkenal akan keindahan aneka objek wisata alamnya yang sangat menarik. Kota Ternate ini memiliki banyak sekali objek wisata sejarah yang dapat Anda kunjungi. Salah satunya adalah Benteng Oranye.  Ini adalah salah satu benteng peninggalan Belanda yang masih dijaga kelestariannya hingga saat ini.

Sejarah Benteng Oranye

Seperti yang selintas dijelaskan di atas, benteng Oranye ini sendiri adalah salah satu benteng peninggalan Belanda yang ada di kota Ternate ini. Selain wisata Ternate benteng Oranye, masih ada beberapa benteng peninggalan Belanda lainnya yang dapat Anda temukan, seperti Benteng Kalamata, Benteng Santo Petro, Benteng Tulokko, dan yang lainnya.

Benteng ini sendiri berdiri sekitar tahun 1607, oleh Jenderal Belanda kala itu, Matelief De Jonge. Dahulu benteng ini pernah beralih nama menjadi benteng Melayu, namun kemudian beralih lagi menjadi benteng Oranye. Karena lokasinya yang sangat strategis, membuat benteng ini mempunyai peran yang sangat penting, terutama dalam menghadang musuh, baik dari darat maupun dari laut.  Itu sebabnya dahulu benteng ini cukup disegani.

Baca Juga :

Hingga saat ini kondisi benteng masih berdiri kokoh, dan sejak proses pembangunannya hingga kini, benteng tersebut pernah beberapa kali beralih fungsi, mulai dari pusat pemerintahan tertinggi Hindia Belanda, tempat pengasingan Sultan Badarudin II dari Palembang, Markas kesatuan POLRI, markas Angkatan Darat dan kini benteng tersebut digunakan sebagai objek wisata sejarah yang dikelola oleh pemerintah kota setempat.

Yang unik dari Benteng Oranye

Walaupun namanya wisata Ternate benteng Oranye, namun warna utama dari bangunan ini bukan berwarna oranye. Melainkan berwarna gading, sedangkan warna oranye sendiri digunakan pada pagar pembatas serta nama dari benteng itu sendiri.

Ada beberapa hal unik, yang akan Anda ketika mengunjungi objek wisata yang satu ini, seperti;

  • Di dalam benteng Oranye sendiri, Anda akan melihat bekas kediaman Gubernur Belanda kala itu, dan kini gedung tersebut telah beralih fungsi menjadi Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Ternate.
  • Anda juga akan melihat aneka sisa peninggalan meriam. Dahulu meriam tersebut berjumlah 13 buah, namun beberapa diantaranya telah hilang. Aneka meriam tersebut ditata sedemikian rupa, untuk memudahkan pada penggunanya untuk menembakkan meriam, dalam rangka mempertahankan benteng dari musuh.
  • Keunikan lainnya adalah struktur bangunan yang digunakan untuk benteng Oranye ini menggunakan kombinasi pecahan batu karang, batu kali, dan ada juga pecahan kaca. Ini yang membuat bangunan ini terlihat semakin unik dan menarik.
  • Di bagian depan benteng, Anda akan melihat sebuah taman cantik dengan desain art Deco. Pada beberapa waktu yang lalu, taman ini belum ada, dan hanya menampakkan halaman depan benteng yang kusam karena termakan usia. Namun setelah melakukan beberapa renovasi kecil, kini tampak depan benteng, terlihat semakin cantik, dengan adanya taman tersebut.

Untuk menikmati keindahan dan keunikan benteng Oranye ini, Anda membutuhkan waktu setidaknya ½ hari. Dengan demikian, Anda akan leluasa dalam mempelajari dan menikmati keindahan benteng Oranye itu sendiri. Mulai dari menikmati aneka meriam, taman nan cantik, serta desain arsitektur Belanda yang khas dan menarik.

Lokasi benteng Oranye

Jika ingin mengunjungi objek wisata Ternate benteng Oranye ini, Anda harus pergi ke Jl. Hasan Boesoeri, Gamalama, yang ada di Ternate Tengah, Maluku Utara, yang letaknya tidak jauh dari pinggir pantai. Lokasi wisata ini sangat mudah dijangkau oleh berbagai jenis kendaraan, baik mobil maupun motor. Untuk Anda yang menyukai kegiatan backpacker, Anda juga dapat menggunakan angkutan umum untuk sampai ke lokasi objek wisata tersebut. Namun jika Anda menggunakan paket wisata, ada baiknya jika memasukkan benteng ini, sebagai salah satu objek wisata yang ingin dikunjungi.

Objek wisata ini sendiri buka setiap hari, mulai pukul 08.00 hingga pukul 16.00 WIT. Sedangkan untuk tiket masuk ke Benteng Oranye sendiri tidak berbeda untuk hari kerja dan hari biasa. Adapun besaran tiket masuk ke Benteng oranye yang harus Anda bayar sekitar 5 ribuan rupiah.

Selesai menikmati keindahan benteng, Anda juga dapat mengunjungi beberapa objek wisata lain yang ada di sekitar benteng, seperti Klenteng Thian Hou Kiong, masjid Raya Al Munawwar Ternate, taman Nukila, dan beberapa objek wisata lainnya.